Sunday, May 16, 2010

Tak Ada Warna

Untuk sahabatku, Yazid Musyafa

Kita adalah perulangan kata
dari tumit tumit lama
Setiap pijak akan mencipta tapak yang sama

Kita adalah nama yang menganak dirahim bumi
Selama belum lahir, kasat mata matahari lah
yang mencipta kelamin

Hei, sahabat
Hidup, merupa bola resah diruncing nasib
atau bumi membuat langit tak bertempat:
Kadang di atas kadang di bawah

Jangan risau dengan kelelahan atau kegundahan, karena
disana selalu ada doa-doa yang dapat kita semai
seperti nama kita yang tak pernah dilahirkan tapi diciptakan

Sahabatku !
Aku ingin jadi bintang yang menemani bulanmu bersinar
bukan matahari yang membuatmu legam
Dan semoga tak ada jarak dan arah yang melahirkan kata:
Atas, Bawah

Aku hanya ingin lelap di kantongkantong matamu, sahabat,
agar selalu terjaga bila setiap kedua matamu mengejap
karena disitu, matamu, dan aku, tak lagi mengenal sebuah jarak

Bukankah persahabatan itu tanpa jarak? Atau warna yang membedakan?

Bangunkan aku jika aku lelap tidur, pun begitu sebaliknya.

Kota mungil 06 April 2010

No comments:

Post a Comment