Sunday, September 26, 2010

Jeritan Anak Malang

Nyanyikan lagu nina bobo yang paling merdu,ma
Kenapa diam,
Suaramu telah kering ya,ma?
Kamu masih seperti dulu,ma
Tetap tersenyum
Walau ribuan luka sering bermalam di balik dadamu
Masih memasak buat ayah, walau tahu ayah tak akan pulang

“Tuhan tidak adil ya,ma?”
“Tuhan sangat adil, nak…”
“Kenapa menukar senyum kita dengan air mata?”
“Kenapa aku harus menangis setiap pagi karena ayah tak pulang?”

“Sudahlah, jangan menangis lagi.
Tuhan memberi kita waktu untuk menangis lebih banyak
agar kita mengerti nikmatnya tawa.
Tuhan memberi  kita waktu untuk belajar pada kehilangan
agar kita tahu apa arti kebersamaan.”

Nyanyikan lagu nina bobo yang paling merdu, ma.
Aku mau tidur

“tidurlah yang lelap, siapa tahu besok ayahmu pulang.”

Malam telah mati
Aku terus bernyanyi
Pergilah pergi
Di sini aku sendiri
Menyulam sepi
Bersama sunyi
Yang menemani

Tidur, tidurlah...
Lelap lelaplah, anakku
Nikmati mentari esok
Lebih pagi

Kota tua, 27 Sep 2010


2 comments: