Wednesday, November 3, 2010

PENGUMUMAN: LIMA KARYA TERPILIH UNTUK TERAS SASTRA (TeSt) DAN BULETIN 'TERAS SULUH'

Salam Budaya!
Salam Suluh!

Proses penjaringan karya untuk diskusi Teras Sastra dan Buletin 'Teras Suluh' tahap pertama atau yang kami namai BUKA LAHAN berakhir sudah. Setelah info pertama kali disebarkan di fesbuk pada tanggal 13 Oktober 2010. Seluruh panitia TeSt dan segenap pengurus Sanggar Suluh tersanjung dengan apresiasi yang ditunjukkan kawan-kawan semuanya, baik yang mengirimkan, menyebarkan info, menyemangati serta meramaikan grup fesbuk Teras Sastra (TeSt) Sanggar Suluh (http://www.facebook.com/home.php?sk=group_162358557126733&ap=1).

Sampai pada batas pengirimannya (25/10/10) kami menerima sekitar 75 (tujuh puluh lima) karya sastra yang masuk dan berhak bergelut di meja pertimbangan Tim Pembahas Karya Sastra Sanggar Suluh (TPK3S). Seluruh anggota tim yang terdiri dari lima orang telah bekerja keras menentukan lima karya terpilih. Adapun karya-karya yang masuk mengalami tahap membaca, eliminasi, ajuan juga alasan dan penentuan hirarki karya dari satu sampai lima.

Tidak mudah untuk menentukan lima karya tersebut, kelima anggota TPK3S harus bergelut dengan setiap karya yang masuk lalu mengajukan satu terbaik. Setelah mendapatkan lima karya, pengurus ikut andil dalam memberikan penentuan hirarki dengan melakukan voting--setelah membaca karya terpilih. Nah, akhirnya kami dapat menampilkan kelima karya terpilih tersebut ke hadapan semua kawan Suluh! Seluruh Pengurus Suluh meminta maaf bila ada kawan-kawan yang kurang berkenan akan hasil ini.

Keputusan ini mutlak dan tidak bisa diganggu gugat ..

AKHIRNYA, INILAH LIMA KARYA TERPILIH UNTUK TERAS SASTRA (TeSt) DAN BULETIN 'TERAS SULUH' :

1. Jeritan Anak Malang (Rangga Umara, Bandung)
2.  Menanti Berlabuh Lelakiku (Rusydi Hikmawan, Lombok Timur)
3.  Rupiah dan Pelaminan (Dalasari Pera, Sulawesi Selatan)
4.  Cerita Anak Pesisir (Youri Kayama, Padang)
5.  Siluet Laju Kereta (Budhi Setyawan, Bekasi)

Keterangan:
* Karya nomer 1 menjadi karya yang akan diangkat dalam diskusi Teras Sastra (TeSt) 'Buka Lahan'
* Karya nomer 1 sampai 5 otomatis diterbitkan di Buletin 'Teras Suluh'
* Buletin akan dikirimkan ke alamat masing-masing pemenang

LAMPIRAN

Jeritan Anak Malang

Nyanyikan nina bobo yang paling merdu, Ma
Aku ingin tidur

Kenapa diam,
Suaramu telah kering ya, ma?
Kamu masih seperti dulu, ma
Tetap tersenyum
Walau ribuan luka sering bermalam di balik dadamu
Masih memasak buat ayah, walau tahu ayah tak akan pulang

"Tuhan tidak adil ya, ma?"
"Tuhan sangat adil, nak..."
"Kenapa menukar senyum kita dengan air mata?"
"Kenapa aku harus menangis setiap pagi karena ayah tak pulang?"

"Sudahlah, jangan menangis lagi.
Tuhan memberi kita waktu menangis lebih banyak
agar kita mengerti nikmatnya tawa.
Tuhan memberi kita waktu untuk belajar pada kehilangan
agar kita tahu apa arti kebersamaan."

Nyanyikan nina bobo yang paling merdu, ma.
Aku ingin lelap

"tidurlah yang lelap, siapa tahu besok ayahmu pulang."

Malam telah mati
Aku terus bernyanyi
Pergilah Pergi
Di sini aku sendiri
Menyulam Sepi
Bersama Sunyi
Yang menemani

Tidur tidurlah
Lelap lelaplah, anakku
Nikmati mentari esok
Lebih pagi

Kota Tua, 27 September 2010

Hanya ini yang dapat kami sampaikan dalam kesempatan ini. Kami berharap kawan-kawan terus berpartisipasi dalam Teras Sastra berikutnya--info menyusul. Selamat kami ucapkan kepada pemilik karya terpilih, semoga terus menyemarakkan dunia sastra. Segenap pengurus meminta maaf bila ada hal-hal yang tidak nyaman dalam pelayanan kami...

http://sanggarsuluh.blogspot.com/
silahkan meng-add fesbuk sanggar dengan akun Sanggar Suluh

CP: 081 390 106 864 (Qur'anul Hidayat I)

(Info ini boleh dibagikan ke siapapun)

Salam Suluh!
Salam Budaya! 

No comments:

Post a Comment