Sunday, March 4, 2012

Ole Oolang II

ole olang paraonah alajhereh

gelombang mulai pulas

laut segera surut, jauh membawa kelahiran

pada rumah tua yang kutandai

sebentar lagi kapalkapal akan berlarung

nahkoda dengan wajah asing membuat laut kami murung

kuseka gelombang yang membawa

prahuku ke arah utara

duh, riangnya menyaksikan rumah berderet dengan atap tua

ibu ibu mengemas cemas di beranda masingmasing

anakanak berlari dengan wajah ceria

bagai kumbang di musim bunga

haruskah kukabarkan pada mereka?

suami dan ayahnya pergi dengan kematiannya.

prahuprahu mereka pecah oleh tambang minyak

yang dibangun orang eropa

planangplanang lama diam dengan kedunguannya.

di surat kabar tersiar, 90% lakilaki setempat berminat

menjadi satpam, setelah survei amatir menanyainya.

prahuku terus melaju kemana angin membawa

membawa kabar dan ironi yang terpendam.

2012

No comments:

Post a Comment