Thursday, July 29, 2010

Hujan di Satu Kemarau

Apakah hujan di awal malam itu akan tiada?

Sebab, gerimis yang pernah kita anggap paling sunyi ketika itu tak pernah habis menghadirkan mendung di kepala.

Aku tak pernah berharap hujan itu kembali ada walau sebenarnya dada ini teramat dahaga ingin meneguknya.

Aku hanya ingin mencatat dalam lembaran yang tak pernah hilang karena ia pernah mencipta semi di ketika kemarauku, atau mungkin juga kemaraumu.

Hujan ! hujan itu takkan pernah hilang, karena di lain waktu selalu ada kemarau menantinya.


Jakarta, 29 July 2010

2 comments: