Sunday, June 5, 2011

Penafsiran di Bawah Hujan

Di bawah hujan ini aku menafsir tentang banyak hal: Tentang malam yang tak pernah mampu menepikan sunyi, tentang awan yang tak lelah meretaskan hujan, tentang hujan yang menghidupi segala yang hidup, dan tentang jalan yang sampai kemana akan membawaku?

Di bawah hujan ini kususuri trotoar demi trotoar, lalu lorong-lorong gelap, yang tak pernah kutahu apakah secercah cahaya di ujung sana menantiku? Aku tak peduli apakah jalan ini menyesatkan aku dalam rahasianya. Yang kutahu adalah bagaimana membawa jiwaku pada rahasia yang tak pernah dijanjikan oleh Tuhan sekali pun. Seperti saat ini, aku tiba pada sebuah jembatan yang begitu sepi, gelap dan sunyi. jembatan yang tak pernah memetakan garis nasibku atau usiaku. Aku menangis diam-diam, ketika kanyataan menyodoriku satu nasib yang tak dapat kugali dalam rahasianya. Namun, haruskah kuratapi luka yang pernah dan akan singgah dalam hidup ini, sebab betapa banyak orang ingin meratap jika dengan meratap akan membuat orang lebih baik?



Karawang 05/06/ 2011

Wednesday, June 1, 2011

Bersulang di Tepi malam



Malam mengantar gelisah.

Di kaki langit gerhana bulan

Melantunkan lagu kengerian.

Di tepi malam ini mari bersulang

Sebelum resah itu benara-benar menulang.

Tuesday, May 10, 2011

Makan yuk....?

"asyik ya, jadi kangen pada kita-kita yang masih jadul di pesantren doeloe! rul, kapan-kapan kita bikin acara makan-makan di pesantren kita dulu yuk...?" ucap hariyanto, yang makan sambil jongkok, yang sekarang menjadi salahsatu pengasuh pondok pesantren Paiton.

lekas-lekas aku menjawab:" oke! kamu yang traktir semua ya?"

"setuju......!!!" sahut teman yang lain.

tambah lage....

Friday, May 6, 2011

April yang Lelah

Mei, kini ku berziarah di kotamu.
pergilah April yang lelah
di gelisah waktu ini
sejarah memulangkan
segala ketiadaan

Jakarta, 05-11

Saturday, April 30, 2011

Cerita Bulan April

di ujung jalan sana kau temukan tawamu
setelah banyak tahun kau genggam bagai bara

lhatlah, matahari kita masih belia
jadilah langit terinda baginya

Sunday, April 24, 2011

Cerita kecil

Ku lihat lelaki tua di persimpangan. Ia menggendong bundelan kecil di punggung rentanya. Wajahnya lelah. ada sinar teduh terpancar di wajahnya. Pelan-pelan kudengar suara dari bibirnya :"sudah sering aku mempertahankannya, demi anak cucuku. tapi terlalu lama aku harus bersabar. Selama senja akan menyingsing, selama fajar tak lelah terbit, aku terus mengikuti kemana jalan ini membawaku. Jangan kau tanyakan tubuhku yang ganjil, aku ingin jadi yang suci bagi anak2ku. Bagi cucu2ku."

Friday, March 25, 2011

Starmoon=RINDU

Moon=
malam ini kuingin meneguk wajahmu
Saat ku dahaga akan hadirmu
Denyut jam di dinding
Menjadi srapah paling menyeramka
Di malamku
Saat tiadamu
Menikamku begitu dalam

Star=
Memori indah mengukir rindu
Berdarah
Menitik perlahan
Tetesan merah
Melemah.
Malam merajam diamdiam
Luka
Tak perduli ku sibuk menjahit
Yang tercabik
Asa!